menyibak tabir misteri ramalan jayabaya bait 165-173 28 October 2009
Posted by nurkalakalidasa in Uncategorized.Tags: arjuna, jayabaya, kalabendu, ramalan, ratu adil, sabdopalon, satrio piningit
trackback
165. pendhak Sura nguntapa kumarakang wus katon nembus dosa nekadhepake ngarsaning sang kuasa isih timur kaceluk wong tuwa paringane Gatotkaca sayuta
- “tiap bulan Sura sambutlah kumara yang sudah tampak menebus dosa dihadapan sang Maha Kuasa masih muda sudah dipanggil orang tua warisannya Gatotkaca sejuta”
Data:
Warisannya gatot kaca sejuta = memiliki kesaktian tanpa tanding.
Analisa:
- masalah kesaktian sepertinya sp tidak perlu diragukan lagi. Seperti kita ketahui gagot kaca merupakan sosok yang sakti. Nah sp jauh lebih sakti dari itu.
- gatot kaca bisa terbang dan kebal senjata tajam, mungkin kah sp bisa terbang dan kebal senjata tajam?
A. Jika dihubungkan dengan nostradamus = ya
B. Jika sp ternyata imam mahdi, hadits: “imam mahdi memiliki dua mu’jizat yang belum pernah dimiliki oleh semua nabi” = ya
166. idune idu geni sabdane malati sing mbregendhul mesti mati ora tuwo, enom padha dene bayi wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada garis sabda ora gentalan dina, beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdaniratan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa nanging inung pilih-pilih sapa
- “ludahnya ludah api sabdanya sakti (terbukti) yang membantah pasti mati orang tua, muda maupun bayi orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi garis sabdanya tidak akan lama beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya tidak mau dihormati orang se tanah Jawa tetapi hanya memilih beberapa saja”
Data:
- sabda sakti = ludah api = hukum pasti = minta apa saja pasti terpenuhi = garis sabdanya tidak akan lama = saciduh nyata saucap jadi (sunda) = kun fayakun (arab)
Analisa:
- bait ini menjelaskan bahwa sp itu ucapannya jadi, dalam bahasa sunda: “saciduh nyata saucap jadi”, atau dalam bahasa arab: “kun fayakun”.
- adapun jika bertemu sosok sp, diperingatkan agar tidak membantahnya, walaupun itu bertentangan dengan pengetahuan anda. (silahkan baca kisah nabi musa dan pemuda di pinggir pantai)
- jikalau anda termasuk yang beruntung bertemu dia, minta apa saja pasti terpenuhi.
- sp tidak gila hormat, kecuali kepada beberapa orang saja. (baca kisah el-rumi pada saat akan di penggal, beliau hanya tersenyum ketika dilempari batu. Tetapi menangis ketika muridnya ikut melempari)
- beberapa org tsb mungkin punakawan dan sosok yang mengenal sp (sahabat sp).
167. waskita pindha dewa bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira pindha lahir bareng sadinaora bisa diapusi marga bisa maca atiwasis, wegig, waskita, ngerti sakdurunge winarah bisa pirsa mbah-mbahira angawuningani jantraning zaman Jawa ngerti garise siji-sijining umat Tan kewran sasuruping zaman
- “pandai meramal seperti dewa dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda seolah-olah lahir diwaktu yang sama tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati bijak, cermat dan sakti mengerti sebelum sesuatu terjadi mengetahui leluhur anda memahami putaran roda zaman Jawa mengerti garis hidup setiap umat tidak khawatir tertelan zaman”
Data:
- putaran roda zaman jawa = sejarah jawa.
Analisa:
- sepertinya tidak ada yang rahasia bagi sp.
- perlu diketahui, “tau sebelum terjadi” ada pada sp karena beliau merupakan titisan arjuna, jika diusut lebih jauh lagi arjuna merupakan titisan.. (khusus yg memahami wayang). “tau sebelum terjadi tidak hanya di miliki sp saja tetapi kresna yg merupakan batara, dan para batara yang lain.
- tidak khawatir tertelan zaman beda dengan kita-kita yang secara berkesinambungan update status di facebook biar teteup exist, hihihi.. Maksudnya sp mau dikenal atau tidak sepertinya tidak penting untuk beliau. Mungkin yang penting untuk beliau itu perang x yah (pangeran perang) ha..ha.. Jadi jangan kecewa apabila anda bertemu sp dan minta foto bareng beliau berkata: “maaf.. saya lagi buru-buru mau nyerang negara x”
168. mula den upadinen sinatriya ikuwus tan abapa, tan bibi, lola awus aputus weda Jawamung angandelake trisula landheping trisula pucuk gegawe pati utawa utang nyawa sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda
- “oleh sebab itu carilah satria itu yatim piatu, tak bersanak saudara sudah lulus weda Jawa hanya berpedoman trisula ujung trisulanya sangat tajam membawa maut atau utang nyawa yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan”
Data:
- yatim piatu, tak bersanak saudara = sebagai ratu adil, tentulah dalam melaksanakan tugasnya sp tidak pandang bulu. Lebih-lebih KKN, sangatlah mustahil.
- weda jawa = filsafat = sebab-akibat
Analisa:
- secara fisik sp seperti kita yang memiliki sabab (orang tua). Tetapi dalam melaksanakan tugasnya beliau tidak pandang bulu. Soal keilmuan sepertinya tidak usah kita bahas lagi. Beliau akan menegakan keadilan.
169. sirik den wenehi ati malati bisa kesiku senenge anggodha anjejaluk cara nistha ngertiyo yen iku coba aja kaino ana beja-bejane sing den pundhutiateges jantrane kaemong sira sebrayat
- “pantang bila diberi hati mati dapat terkena kutukan senang menggoda dan minta secara nista ketahuilah bahwa itu hanya ujian jangan dihina ada keuntungan bagi yang dimintai artinya dilindungi anda sekeluarga”
Data:
- hati mati = yang tidak berprikemanusiaan.
- menggoda = genit.
- minta secara nista = minta yang secara logika gak pantas untuk di minta. Seperti minta mobil kepada seorang pemilik mobil dll.
Analisa:
- waspadalah terhadap seseorang yang minta thdp anda tanpa dasar yg jelas, karena mungkin itulah sosok sp tersebut. Karena diberi pun mungkin beliau tidak akan menerimanya. karena itu hanya ujian untuk anda. Apabila anda mencacinya (hati mati) akan terkena kutukannya, apabila anda lulus maka dilindungi anda sekeluarga.
170. ing ngarsa Begawan dudu pandhita sinebut pandhita dudu dewa sinebut dewa kaya dene manungsa dudu seje daya kajawaake kanti jlentrehgawang-gawang terang ndrandhang
- “di hadapan Begawan bukan pendeta disebut pendeta bukan dewa disebut dewa namun manusia biasa bukan kekuatan lain diterangkan jelas bayang-bayang menjadi terang benderang”
Data:
Begawan = ahli kitab = berilmu
Analisa:
- tampaknya sp akan membuka tabir nya terhadap beberapa begawan. Jika anda sedang berguru pada begawan dan melihat seorang anak muda yg diperlakukan “lebih” layaknya pendeta atau dewa janganlah bingung.
- sp manusia biasa kesaktiannya tanpa azimat.
- tampaknya begawan tersebut bertanya terhadap sp tentang sesuatu sehingga jelas. berhubungan dengan kalimat: “masih muda dipanggil orang tua”.
- intinya bait 169-170 = WASPADALAH..WASPADALAH.. terhadap sosok pemuda aneh.
171. aja gumun, aja ngungun hiya iku putrane Bethara Indrakang pambayun tur isih kuwasa nundhung setan tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuhhiya siji iki kang bisa paring pituduh marang jarwane jangka kala ning suntan kena den apusi marga bisa manjing jroning ati ana manungso kaiden ketemu uga ana jalma sing durung mangsane aja sirik aja gela iku dudu wektu nira nganggo simbol ratu tanpa makutha mula sing menangi enggala den leluri aja kongsi zaman kendhata madhepa den mari kelu beja-bejane anak putu
- “jangan heran, jangan bingung itulah putranya Batara Indra yang sulung dan masih kuasa mengusir setan turunnya air brajamusti pecah memercik hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya tidak bisa ditipu karena dapat masuk ke dalam hati ada manusia yang bisa bertemu tapi ada manusia yang belum saatnya jangan iri dan kecewa itu bukan waktu anda memakai lambang ratu tanpa mahkota sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati, jangan sampai terputus, menghadaplah dengan patuh keberuntungan ada di anak cucu”
Data:
- perihal bisa-tau (kesaktian) sp sepertinya tidak perlu kita bahas lagi.
- putra batara indra sulung = arjuna
- memakai lambang ratu tanpa mahkota = pemimpin tanpa kemegahan.
Analisa:
- seperti nabi Muhammad, sp seorang pemimpin (pada hakekatnya) yang tidak mementingkan kemegahan dunia. Beliau jelas-jelas sederhana.
- hanya (menungso) (manusia-sejatinya) yang bisa bertemu sp sebelum kemunculannya. Orang(sejatinya) tidak akan bisa bertemu sp sebelum kemunculannya. Tetapi semuanya akan tau siapa sesungguhnya sp setelah kemunculannya.
- bagi bertemu/mengenali/menjumpai segeralah menghormati.
- jangan sampai terputus = ikutilah jejak langkah beliau, karena kita sudah jelas dari bait-bait sebelumnya.
- jika bertemu, patuhilah segala ucapannya.
- keberuntungan ada di anak cucu = bisa diartikan secara tersurat atau keberuntungan ada di kehidupan selanjutnya (nitis ataupun akhirat)
172. iki dalan kanggo sing eling lan waspada ing zaman kalabendu Jawaaja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa cures ludhes saka braja jelma kumara aja-aja kleru pandhita samusana larinen pandhita asenjata trisula wedha iku hiya pinaringa ning dewa
- “inilah jalan bagi yang ingat dan waspada pada zaman kalabendu Jawa jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga jangan keliru mencari dewa carilah dewa bersenjata trisula wedha itulah pemberian dewa”
Data:
- Kalabendu = goro-goro = zaman sesaat sebelum kemunculan sp.
- orang berupa dewa = sp.
- sirna seluruh keluarga = celaka sekeluarga.
- pandhita bersenjata trisula wedha = sp (pandhita = pemimpin)
- itulah pemberian dewa = sp utusan tuhan.
Analisa:
- kitab ini adalah jalan yang menerangi untuk yang sadar dan waspada pada zaman kalabendu (saat ini) dengan spesifikasi nya. (jadi inget surat di al-quran yang awalnya alif laam mim)
- cara menghormati sp ialah jangan melarang dan membantahnya. Lebih-lebih menghalanginya, celakalah sekeluarga/ senegara(untuk negara yg menghalangi).
- ada kalimat jangan salah mencari sp menjelaskan bahwa akan banyak yang menyerupai sp. Carilah sp sesuai bait-bait sebelumnya. Itulah sp yang sesungguhnya (utusan tuhan).
173. nglurug tanpa balayen menang tan ngasorake liyan para kawula padha suka-suka marga adil ing pangeran wus tekaratune nyembah kawulaangagem trisula wedha para pandhita hiya padha muja hiya iku momongane kaki Sabdopalon sing wis adu wirang nanging kondhanggenaha kacetha kanthi njingglangnora ana wong ngresula kuranghiya iku tandane kalabendu wis mingercenti wektu jejering kalamukti andayani inder ing jagad raya padha asung bhekti
- “menyerang tanpa pasukan bila menang tak menghina yang lain rakyat bersuka ria karena keadilan Yang Kuasa telah tiba raja menyembah rakyat bersenjatakan trisula wedha para pendeta juga pada memuja itulah asuhannya Sabdopalon yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur segalanya tampak terang benderang tak ada yang mengeluh kekurangan itulah tanda zaman kalabendu telah usai berganti zaman penuh kemuliaan memperkokoh tatanan jagad raya semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi
Data:
- sabdopalon yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur = baca serat darmogandhul.
- memperkokoh tatanan jagad raya = terdapat keseimbangan dibumi yang ikut mempengaruhi alam kehidupan lain di jagat raya sehingga kokoh. (apakah kehidupan lain itu yang menunggu bumi untuk menggenapi tatanan jagad raya??? Ufo kah? Wallahualam).
Analisa:
- sepertinya sp jika berperang sendiri, jika menang tidak sok (dingin aja).
- dengan segala sesuatunya sp menegakan keadilan sehingga rakyat adil-makmur-tentram.
- raja menyembah rakyat = sp pemimpin yang melayani rakyat. Mungkin mirip dengan nabi adalah pelayan umat.
Catatan:
- semoga apa yang saya coba pahami ini bermanfaat buat para pembaca sekalian. Percaya atau tidaknya itu kembali kepada diri kita masing-masing.
- sangatlah diharapkan apabila anda berkenan menyampaikan data yang lain sehingga bermanfaat untuk saya dan pembaca yang lain.
- apabila ada kesalahan dalam penulisan maupun pemahaman harap maklum.
- saya akan senang sekali apabila ada yang bersedia berbagi informasi mengenai ramalan jayabaya yang lengkap.



Assalamu’alaikum. Aq mau coment lg nich mas, mas nurkala bilang: ” sabdopalon yg sudah menanggung malu tapi t’masyhur “, kalo menurut aq ” itulah ASUHANnya sabdo palon yg sudah menanggung malu tapi t’masyhur”, jadi yg menanggung malu di sini adlh Satria piningit, bukan sabdo palon mas. Ini berkaitan dgn Uga wangsit : ” ingat, jangan menoleh ke belakang “. Bagi aq “belakang” ini adlah masa lalu SP yg suram, ‘menanggung malu’, ejekan, hinaan dan caci maki. Jadi prabu siliwangi berpesan kpd kita untuk tidak menilai SP dr masa lalunya yg kelam itu ( kumara yg sudah tampak MENEBUS DOSA? ). Mgkin ini dulu mas komentar saya, monggo ditanggapi, maturnuwun
@mas melq
waalaikumsalam wrwb.
- waduh, masa lalu sp baru dihina, caci-maki masa dibilang kelam.
- saya tidak berani menilai sp atau siapapun
*gpp kok mas, blog bebas
ramalan jayabaya,wangsit prabu siliwangi atau apapun pesan yang tertulis warisan leluhur harus kita jungjung tinggi dan tanam pada diri untuk mengukur seberapa jauh jalan yang dapat kita tempuh dalam hidup kita,ramalan bukanlah patokan atau pegangan mutlak hanyalah sebagai alat ukur dan petunjuk garis besar yang pada intinya diri2 kitalah yang akan mewujudkanya, ramalan bukan dasar untuk menunggu akan tetapi kitalah yang akan berjalan menuju apa yang diramalkan, kita tidak tahu siapa diri kita apakah itu titisan atau penerus bagian dari masa lalu yang akan melanjutkan kejayaan bangsa kita, siapa yang tahu hanyalah diri kita kenali diri kita bangsa kita persiapakanlah diri kita masing2 untuk mempertanggung jawabkan semua bagian dan tugas yang akan kita terima, ramalan bukan harta karun ramalan tak hanya sesuatu yang harus kita raih dengan berusaha hasil keringat perjuangan kita, tak perlu kita ungkap ataupun mencari kita akan datang menjadi raja kembali dengan sendirinya bukan dari pemberian ataupun warisan percayalah dan berusahalah bahwa kita semua bisa
@ahmad muhaemin:
iya kk, yg penting teteup semangat
Menyerang tanpa pasukan, bila menang takkan menghina yang lain (musuh). Seperti dikatakan jayabaya, SP orangnya bijak, cermat, tak bisa ditipu dan pandai membaca isi hati. Kalau ingin menyerang suatu negara dan mengalahkannya, SP cukup menaklukkan pemimpin negara tsb dgn perang diplomasi tanpa harus menumpahkan darah rakyat yg tdk berdosa, buat apa SP punya “ludah api” kalo gak dipake. Kalau menang, SP tetap sportif tidak mau menghina musuh, karena SP sangat tau bagaimana rasanya menanggung malu jadi beliau tak ingin mempermalukan orang termasuk musuhnya. Sifat2 inilah yg membuat SP dikenal sebagai pemimpin berbudi mulia, memperkokoh tatanan jagad sehingga semua menaruh rasa hormat yg tinggi pada bangsa Indonesia .
@biru langit
terima kasih infonya kk
pribadi beliau (SP) sangat unik, walau kita pernah bertemu muka dg beliau, kita tidak tahu/tidak bisa mengukur “seberapa dalam” beliu itu…..
terima kasih infonya kk
ma’af mas nur, itu hanya pengalaman pribadi saya saja…. just-sharing.com
maksud kk, kk udah bertemu SP ?
Iya nich kalo boleh tau ada di provinsi mana si SP sekarang, jadi pengen jumpa juga ni?
“keindahan” seneng bgt nih kalo tau..
btw kemana dia ya???
@mas biru & mas nur,
namanya juga pengalaman pribadi, jgn terlalu dipikirin lah….
someday kita akan bisa tau kok, saiki sek durung wayahe
terima kasih untuk infonya kk
ak prnh denger legenda kalo sp akan muncul jika lidah dan ekor ular barukelinting yg sedang bertapa di gunung merapi sudah menyatu,bgmna menurut anda,dan jika anda ingin bertemu dg sp coba anda cari di kab.purbalingga kec.bojonsari des.karangbolong dukuh kerinjing.mskpun bukan sp paling tidak dia seorang manusia indigo!!
ok kk, terima kasih infonya
yah syukurlah….kiranya tak lama lg….gw yakin dia akan muncul..besrta w…..
jangan terlena oleh sosok…diri kitalah yg harus jd sperti itu..( satrio piningit )…
tanamkan kebajikan dalam diri sendiri… sblmnya.. trimakasih atas infony….thx..
numpang koment, apa ga nyadar , yg kk bahas ttg sp suka liat2 blog.
maksud kk gimana..?
bisa lebih di perjelas..?
masa kk ga tau siy,aku bc dialognya lbh rinci,jelas,mungkin itulah orangnya semoga aja benar.
masa kk ga tau siy,aku bc dialognya lbh rinci,jelas,mungkin itulah orangnya semoga aja benar.liat coment di artikel-artikel kk, ada yg lain bahasanya jauh kedepan.
Trisula wedha bisa diterjemahkan sebagai kitab yang mengajarkan Trinitas. Jadi SP bersenjatakan ajaran-ajaran Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus, yang intinya adalah ajaran `Kasih` (Budhi).
Kuwasa nudhung setan, SP mempunyai kuasa untuk mengusir setan, hal ini sesuai dengan ajaran Yesus Kristus ” .. tanda-tanda yang menyertai mereka adalah akan menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan …”.
Nglurug tanpa bala, menang tan ngasorake liyan, karena SP berperang melawan kebathilan bukan berperang secara fisik. Lawannya yang kemudian menyadari jalannya yang sesat tidak merasa dikalahkan malah bersyukur dan berbalik pada jalan kebenaran.
Sabdo Palon kang wis nanggung wirang nanging kondhang, yang dimaksud adalah Yesus Kristus, “Sang Firman”, yang telah memikul semua dosa manusia dengan mati dikayu salib sebagai seorang penjahat padahal tidak bersalah sesuatu pun, kemudian dibangkitkan dan dinaikkan disisi tahta Allah.
Ratu nyembah kawula, ini sesuai dengan ajaran Yesus Kristus “Yang mendapat tempat tertinggi di kerajaan Allah adalah mereka yang mau melayani sesamanya dan merendahkan dirinya”.
SP bisa mengetahui isi hati semua orang karena beliau dianugerahi Allah dengan `karunia membedakan roh`. Dengan karunia ini SP dapat melihat roh-roh jin, setan atau iblis yang berkeliaran diudara. Dapat mengerti isi hati manusia. Dan dapat menerangkan berbagai kejadian yang telah terjadi dimasa lalu.
SP adalah murid Yesus Kristus yang dipersiapkanNya dengan mengasingkannya dari kehidupan dunia. Bertugas untuk mempersiapkan jalan bagi kedatanganNya yang ke dua di dunia.
Saya ingin meluruskan tentang arti TRISULA WEDA
——————————————————————-
ARTI WEDA
Sebelum membahas Trisula Weda ada baiknya kita mengetahui apa arti weda adalah :
Veda saksi senyum dan
Veda sejarah jiwa
Veda tiap syairnya memiliki arti dan
Veda itu berarti Kitab
Yang tidak akan pernah mati.
Ditulis dengan seribu jari
Jari jemari menari,
Jari jemari menghitung,
Jari jemari menata
Jari jemari menyatukan.
Jadi kalau diartikan Veda adalah kitab yang menjadi saksi dalam kehidupan dan dan tidak akan pernah hilang dan abadi.
ARTI TRISULA :
Yang dimaksud trisula adalah :
1.Mencatat 2.Menjadi saksi 3. Dalam Genggaman
Jadi TRISULA WEDA adalah senjata yang
1. Mencatat
2. Menjadi Saksi
3. Dalam Genggaman Tangan
TRISULA WEDA diartikan JARUM JARUM KEMATIAN YANG MENCATAT, MENJADI SAKSI DAN MENAGIH JANJI DAN BERADA DALAM GENGGAMAN ATAU SEEKOR ELANG YANG SIAP MEMBUNUH DENGAN CAKAR DAN KUKU – KUKUNYA YANG TAJAM
Jadi kalau kita melihat dari sejarah Pasundan, TRISULA WEDA adalah senjata milik dari Putra Dewa Indra yang selalu berada dalam genggaman dan ini senjata yg tidak pernah dimiliki oleh para raja-raja dimanapun maupun Dewa – Dewa dilangit.
Semua ramalan akan mentah,bertobatlah !
Biarkan dia datang dg sendirinya,rahasia Allah Swt tak bisa di prediksi.
Hehehehe….
Semua ramalan…nubuah…pendapat….persepsi…yang mengarah ke SP dan kemunculannnya…baik adanya.
Hai…SP….kapankah kau muncul di dunia ini….? ayolah….semua pengagum…fans…sedang menantimu.
Salam sayang teruntuk SP tercinta dan terkasih…segeralah bantu umatmu yang sedang memerlukan uluran kasihmu….
Sinatriya iku wus tan abapa, tan bibi, lola…diterjemahkan SP sudah tidak mempunyai ayah dan ibunya lagi, karena dikatakan beliau adalah seorang jakalola. Jadi SP adalah seorang pemuda single, belum beristri dan masih mempunyai sanak famili namun hidup sendirian didalam rumahnya yang cukup besar dan berlantai tiga itu.
Pada paragraf 172 dikatakan SP seorang pandhita/ pendeta, dalam arti beliau adalah seorang pemimpin rohani yang mengajarkan `ajaran Budhi` atau `ajaran tentang Kasih`.
Mungkin hari ini kita bisa bilang aku cinta SP, aku sayang SP…
Padahal bisa jadi kita tidak menyenangi SP itu kalau kita bertemu dengannya.. Karena SP belum mendapat wahyu, wallahu’alam
Ing ngarsa Begawan, dimengerti bahwa SP akan tampil sebagai seorang Guru Bangsa, untuk mengajar seluruh rakyat Indonesia akan Kebenaran dan Keadilan, sehingga masyarakat kembali pada kepribadian Bangsa Indonesia yang adhiluhung dengan mengedepankan Gotong-Royong dan saling Tolong-menolong.
Dudu pandhita sinebut pandhita, karena SP menekankan pengajarannya pada kerohanian/ kebatinan, dan menjauhkan diri dari dunia politik praktis.
Dudu dewa sinebut dewa kaya dene manungsa dudu seje daya, karena SP dalam kiprahnya banyak melakukan perbuatan mujizat yang tidak pernah dilakukan oleh manusia dengan kuasa Illahi.
Ya…tunduklah padaku kalian semua..karena aku adalah bocahculun yg akan membawa indonesia ke arah mercusuar dunia..hahahahahahaha
hi hi hi…
Serat JAYABAYA 170
170. ing ngarsa Begawan dudu pandhita sinebut pandhita dudu dewa sinebut dewa kaya dene manungsa dudu seje daya kajawaake kanti jlentrehgawang-gawang terang ndrandhang
- “di hadapan Begawan bukan pendeta disebut pendeta bukan dewa disebut dewa namun manusia biasa bukan kekuatan lain diterangkan jelas bayang-bayang menjadi terang benderang”
——————————————————————————-
Syair sebenarnya sbb :
Elang Nan Bukan Tuhan, Elang Nan Bukan Raja,
Dimanakah Raja itu Berada,
Disudut Hatimu
Disetiap Nafasmu
Disetiap Matamu Memandang.
Artinya :
Elang bukan Raja berartikan seorang Ksatria, Ksatria yg sederhana yang tinggal berada diantara rakyatnya, Seorang Ksatria bisa jadi ia adalah saudara, sahabat, kekasih dan buah hati. Ksatria tsb hidup diantara rakyatnya Pasundan.