jump to navigation

DIAM 23 October 2009

Posted by nurkalakalidasa in Uncategorized.
Tags:
trackback

diam bukan berarti bisu
diam bukan berarti mati
dengan diam,
tidak ada miskin atau kaya
tidak ada pintar atau bodoh
Yang ada hanya satu
ALLAH

Comments»

1. si dia - 13 March 2010

kenapa harus diam, kenapa harus bicara…
ada saatnya diam, ada saatnya bicara,,,
diam bukan berarti tidur atau lemah, diam itu berpikir dan merenung serta mencari hikmah…

Like

2. nurkalakalidasa - 13 March 2010

@si dia
okelah kalo begitu 😀

Like

3. arjuna - 14 March 2010

Alloh itu energi Alam Semesta Yang Maha…..
Jika Alloh diam…. sama dengan Alam Semesta diam….sama dengan kehidupan alam semesta jadi mati…..sama dengan lebih dari kiamat……….

Like

4. nurkalakalidasa - 14 March 2010

@arjuna

itu ada “diam bukan berarti mati” kk 😀

Like

5. kudaputih - 16 June 2010

diam=gerak
gerak=diam

coba amati dinamo,
dia gerak atau diam ?

Like

nurkala kalidasa - 16 June 2010

ada yg bisa bantu menjawab? 😀

Like

6. Biru langit - 23 June 2010

Maaf bos dinamonya lagi diservis . .

Like

nurkala kalidasa - 23 June 2010

😯 –

Like

7. obat nyamuk - 23 June 2010

diam tapi bergerak = obat nyamuk …hehe….😀

bergerak tapi menyebalkan = eceng gondok …hehe…😀

Like

keindahan - 23 June 2010

diam tapi bergerak = obat nyamuk bermerk domestos nomos

Like

8. obat nyamuk - 23 June 2010

maka rumusnya jadi : obat nyamuk = eceng gondok

hehe…kira2 masuk akal ga yah,,,, 😀

Like

9. nurkala kalidasa - 23 June 2010

terima kasih infonya kk 😀😀😀

Like

10. 'siti nurhaliza - 23 June 2010

sama-sama kakak.,,,hehe,,, 😀 😀 😀

Like

brandon alan scofield - 23 June 2010

tadi login pake id account wordpress ya ? jadi keliatan fotonya ?

anda laki 2 khan kok pake nama cewek ?

he he nyamar ya ? untung ga pake id luna maya

Like

11. 'siti nurhaliza - 23 June 2010

sama-sama kakak….hehe… 😀 😀 😀

edit dikit, tadi salah email hehe…
maap yang punya email asli,,,,salah ambil ga sengaja hehe.,
😀

Like

nurkala kalidasa - 23 June 2010

wkwkwkwk.. siti berubah jadi ganteng..😛😛😛

Like

keindahan - 23 June 2010

eah, ternyata sitinya ganteng

Like

susanya - 25 July 2010

diam itu
ada 2, diam karena ga bisa jawab, atau diam karena bloon,
diam
terdiri dari 4 (empat) huruf
D-I-A-M

kata diam biasa di gunakan untuk orang yang terganngu,
jadi diam

Like

nurkala kalidasa - 25 July 2010

jadi sebaiknya kk DIAM 😀😀😀

Like

susanya - 25 July 2010

iya oom. saya akan diam..

Like

nurkala kalidasa - 25 July 2010

bagussss 😛

Like

12. orang gila - 1 August 2010

kang nur yang suka melototin orang, kok ga bisa diam sih mlototin orang, kadang2 saya ngeri melihat matanya itu yang menyeramkan
i😯

kan di sini di kasih judul diam

Like

13. bang thoyib - 1 August 2010

DIAM kalian, he hee . .

Like

nurkala kalidasa - 1 August 2010

😀😀😀 “

Like

dhony - 9 August 2010

kayaknya saya sepertinya tau siapa bang thoyib ini??
cuma saya piki2 lagi saya kenal ga??

*ahaaaaaaaaaaaaa!!!!*

Like

14. bang thoyib - 10 August 2010

orang gila jangan sok tau ya, he hee . . Kepada semua pemirsa nurkalakalidasa saya alias bang thoyib mengucapkan selamat menyambut bulan suci ramadhan, mohon maaf lahir dan bathin ya . .

Like

15. Vishnu Kusumawardhana - 11 December 2010

Assalamuallaikum…….

Diam dalam HU
HU dalam diam
Tidak ada Diam, melainkan hanya HU ALLAH

SUBHANALLAH………

Like

16. nurkala kalidasa - 11 December 2010

wa’alaikumsalam
😀😀😀

Like

17. mampir - 3 January 2011

DIAM…

diam itu artinya kembali ke kamar masing-masing…
pemeluk agama Islam kembali kepada keyakinan Islam
pemeluk nasrani kembali kepada keyakinan nasrani
budha, hindu dst….

biar tidak kacau dan bingung semuanya, karena misi SP bukan untuk menciptakan agama baru, jelas lah SP bukan NABI….misi SP hanya keadilan dan kemakmuran…

definisi Tuhan sudah jelas bagi muslim, kristen, budha, hindu, yaitu PENCIPTA ALAM SEMESTA, semua pemeluk agama di Indonesia ini mengakui bahwa TUHAN ADALAH PENCIPTA ALAM SEMESTA DENGAN SEGALA ISINYA TERMASUK MANUSIA, JIN, MALAIKAT, SYETAN…

Tuhan, adalah DIA yang tidak tergambarkan, tidak terbayangkan, namun ADA dan keberadaannya bisa dirasakan dengan kedalaman hati,,,,tempat bergantung dan meminta tolong…
pencipta sejati…

itu saja lah, jadi DIAM adalah penting, biar tidak kebablasan…

sepertinya manusia Indonesia belum saatnya menerima ilmu2 yang berat dan rahasia…

namun herannya semangatnya kepada sesuatu yang baru sangat besar, tapi semangat tidak diimbangi batas kemampuan akan menjadikan kekacauan berpikir, dan ini bahaya kelas satu,,,

sebelum mengenal ilmu yang rumit, perhatikan dasar dulu, kemudian DIAM….dan yakini sampai tumbuh keimanan dan kemantapan, jangan mudah meminta sesuatu yang belum mampu untuk dicerna, nanti stress berat…menahan diri itu perlu maka itulah artinya DIAM untuk sementara waktu…

saya serahkan masalah pemahaman definisi TUhan kepada para ahli agama sesuai keyakinannya masing2, kasihan banyak yang bingung dan kacau pikiran mereka, padahal misi SP hanya keadilan dan kemakmuran bukan untuk membuat kekacauan paham dalam agama…

atau lebih baik, santai dulu ah hehehe..

biar tidak kebablasan……….

salam kang nur….hehe,,,,

Like

18. nurkala kalidasa - 3 January 2011

salam 😀

Like

19. hujan ngaririncik - 18 April 2011

boa-boa si akang master teh SP-nya…

salam…….punten ngiring ngiuhan

Like

20. Sandi Putra - 7 May 2011

Banyak orang yang suka bicara dengan beribu-ribu kata, tetapi sedikit orang yang berbicara sedikit kata dengan hikmat. Maka bila ada orang bodoh yang diam diantara orang banyak yang gemar berbicara, dia akan disangka orang berhikmat. Tapi orang yang berhikmat akan berbicara secukupnya dan perkataanya bermanfaat bagi pendengarnya.

Like

21. Bayangan - 30 May 2011

Karena sesuatu dan lain hal, saya akan DIAM..😀😀 hihihi…

Like

22. Panitia Pemilihan SP - 13 December 2011

Sehubungan dengan banyaknya permintaan untuk menjadi SP, sehingga dipandang perlu untuk memberikan apresiasi, maka dengan ini diumumkan bahwa jumlah SP disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk awal, SP akan disebar ke masing-masing kabupaten di pulau Jawa & Bali.
SP akan ditambah lagi apabila masih diperlukan.
Demikianlah hal ini kami sampaikan.
Terima kasih.
Panitia Pengadaan SP Republik Indonesia

Like

23. Bois - 9 January 2012

Hi All😀

Sekedar menambahkan dan sedikit berbagi…

Sebagai manusia kita perlu “Bertakwa” Menjalani perintah Tuhan dan Menjauhi semua larangan-Nya. Namun, tidak semua yang menurut kita baik adalah perintah Tuhan dan tidak semua yang menurut kita buruk adalah larangan Tuhan. Karena itulah perlunya “Ajaran Agama” agar kita bisa mengetahui mana perintah dan mana larangan yang betul-betul dari Tuhan. Namun, lagi-lagi masih ada ganjalan. “Ajaran Agama” manakah yang benar… Aliran mana yang benar… semua telah tercemar… Karena itulah hal ini selalu menjadi pertanyaan untuk orang yang ingin benar-benar mencari kebenaran. Maklumlah, semua agama mengklaim kalau ajaran agamanyalah yang paling benar.
Untuk itu, kita singkirkan dulu ego, jangan marah dan jangan menghakimi. Dengarkan hati nurani kita bicara… jika jawaban hati tak memuaskan, itu tandanya hati kita masih kotor. Untuk itu hati perlu dibersihkan.
Langkah pertama untuk membersihkannya, mintalah kepada Tuhan yang Maha Esa, agar kita diberi petunjuk mengetahui kebenaran itu. Ingat… hanya minta kepada Tuhan yang Maha Esa, tanpa embel-embel apa pun… tanpa ritual apa pun…. Kedua usahakan jangan berkata bohong (sekalipun bohong yang katanya putih)… Ketiga berbuat baiklah (untuk sementara berbuat baik menurut budi kita sendiri, sebab kita memang belum mampu berbuat baik menurut-Nya.) Ke empat konsisten menjalankan ketiga poit di atas. Ke lima berusahalah menjadi seperti bayi, tanpa pikiran apa-apa (adakah yang masih ingat sewaktu menjadi bayi), tanpa rasa apa-apa (adakah yang merasa senang atau sedih saat menjadi bayi), dan tidak tau apa-apa, pokoknya dihati hanya ada Tuhan saja. Yakinlah kalau Tuhan akan memberikan petunjuk dan pemahaman yang hakiki nantinya. Ke enam, jika nurani kita sudah mampu mengatakan itulah kebenaran, jangan malu, jangan ragu, ikutilah ia (nurani kita). Sebab, atas kuasa-Nya, Tuhan tentu akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya (yaitu orang yang bersungguh-sungguh ingin mencari kebenaran). Maka dengan sifat Maha Tahu-Nya, dan juga sifat Kasih dan Sayang-Nya, Tuhan tentu akan memberitahu kita, mana ajaran yang benar dan mana yang tidak. Dan secara otomatis, kita pun akhirnya akan bisa “Bertakwa”, sesuai dengan keinginan-Nya, yaitu bisa memahami dan mau mengamalkan semua perintah dan larangan yang betul-betul dari Tuhan. Jangan merasa sudah benar jika kita belum mampu melaksanakan ke enam poit di atas.

Mohon maaf bila apa yang saya tulis ini keliru, sebab saya hanya manusia yang tak luput dari salah dan dosa. Dan Mengenai kebenarannya hanya Tuhan yang tahu.

Bye and Peace V^_^

Like

Bois - 9 January 2012

Maaf kk Nur, saya marasa perlu menyampaikan bagian yang ini. Waktunya sudah mendesak.😀

Hi, All!

Bagi anda yang sudah mengetahui kebenaran Dinul Islam. Ucapkanlah…

Asyhadu an-laa ilaaha illallaah
Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah

Wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah
dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah.

Catatan:
Ilah atau Ma’bud sering juga diartikan sebagai “tuhan”, namun sebenarnya arti Ilah adalah “segala sesuatu yang diabdi, ditaati, atau disembah” Ilah bisa berupa manusia, barang, kesenangan atau hal-hal yang mendatangkan kesenangan maupun ketenangan, jadi arti Ilah tidak bisa disamakan dengan “tuhan”.

Setelah menjadi seorang muslim, maka langkah selanjutnya adalah melaksanakan syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Namun lagi-lagi, bagi seorang pencari kebenaran akan menemui ganjalan. Syariat dari golongan manakah yang benar? Karena semua golongan telah tercemar dan hanya satu yang benar. Karena itulah hal ini selalu menjadi pertanyaan untuk orang yang ingin benar-benar mencari kebenaran. Maklumlah, semua golongan mengklaim kalau golongannyalah yang paling benar.

Untuk itu, kita singkirkan dulu ego, jangan marah dan jangan menghakimi. Dengarkan hati nurani kita bicara… jika jawaban hati tak memuaskan, itu tandanya hati kita masih kotor. Untuk itu hati perlu dibersihkan.
Langkah pertama untuk membersihkannya, mintalah kepada Allah SWT, agar kita diberi petunjuk mengetahui kebenaran itu. Ingat… hanya minta kepada Allah tanpa embel-embel apa pun dan lakukan ritual yang sudah umum dilakukan oleh banyak golongan… jangan melakukan ritual yang masih menjadi perdebatan… Kedua usahakan jangan berkata bohong (sekalipun bohong yang katanya putih)… Ketiga berbuat baiklah (untuk sementara berbuat baik menurut budi anda sendiri, sebab anda memang belum mampu berbuat baik menurut-Nya.) Ke empat konsisten menjalankan ketiga poit di atas. Ke lima berusahalah menjadi seperti bayi, tanpa pikiran apa-apa (adakah yang masih ingat sewaktu menjadi bayi), tanpa rasa apa-apa (adakah yang merasa senang atau sedih saat menjadi bayi), dan tidak tau apa-apa, Pokoknya di hati hanya ada Allah saja. Yakinlah kalau Allah akan memberikan petunjuk dan pemahaman yang hakiki nantinya. Ke enam, jika nurani kita sudah mampu mengatakan itulah kebenaran, Jangan takut, jangan malu, dan jangan ragu, ikutilah ia (nurani anda). Sebab, atas kuasa-Nya, Allah tentu akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya (yaitu orang yang bersungguh-sungguh ingin mencari kebenaran). Maka dengan sifat Maha Tahu-Nya, dan juga sifat Kasih dan Sayang-Nya, Allah tentu akan memberitahu kita, golongan mana yang benar dan yang tidak. Dan secara otomatis, kita pun akhirnya akan bisa “Bertakwa”, sesuai dengan keinginan-Nya, yaitu bisa memahami dan mau mengamalkan semua perintah dan larangan yang betul-betul dari Allah. Jangan merasa sudah benar jika kita belum mampu melaksanakan ke enam poit di atas.

Kenapa saya merasa perlu untuk menyampaikan ini? Karena sesungguhnya Allah telah memberi pemahaman kepada saya mengenai ayat berikut.

Al Furqaan 23. Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan[1062], lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.

[1062]. Yang dimaksud dengan amal mereka disini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia Amal-amal itu tak dibalasi oleh Allah karena mereka tidak beriman.

Dan mereka yang dimaksud pada ayat ini adalah, orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Sabiin yang sudah mengetahui tentang kebenaran Dinul Islam, namun mereka tidak mau beriman (Ketika Syiar Dinul Islam sudah menghampiri mereka, mereka bukannya merenungi tapi justru mengolok-olok).

Dan karenanyalah ayat di atas tidak bertentangan dengan ayat berikut:

Al Baqarah 62. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Maksudnya adalah orang-orang mukmin sekarang (yang masih setia mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW dan hanya berserah diri hanya kepada Allah SWT), orang-orang Yahudi yang mengikuti syariat Nabi Musa As (sebelum mereka menyekutukan-Nya dengan Samiri), orang-orang Nasrani yang mengikuti syariat Nabi ISA As (sebelum mereka menyekutukan-Nya dengan Jesus). Orang-orang Shabiin yang mengikuti syari’at Nabi-nabi zaman dahulu. Dan mereka, orang-orang Yahudi, Nasrani dan Sabiin, yang belum mengetahui tentang kebenaran Dinul Islam, mereka juga termasuk.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Salman bertanya kepada Nabi SAW tentang penganut agama yang pernah ia anut bersama mereka. Ia terangkan cara shalatnya dan ibadahnya. Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 62) sebagai penegasan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan berbuat shaleh akan mendapat pahala dari Allah SWT.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dan al-Adni dalam musnadnya dari Ibnu Abi Najih yang bersumber dari Mujahid.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Salman menceritakan kepada Rasulullah kisah teman-temannya, maka Nabi SAW bersabda: “Mereka di neraka.” Salman berkata: “Seolah-olah gelap gulitalah bumi bagiku. Akan tetapi setelah turun ayat ini (S. 2: 62) seolah-olah terang-benderang dunia bagiku.”
(Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari Abdullah bin Katsir yang bersumber dari Mujahid.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S. 2: 62) turun tentang teman-teman Salman al-Farisi.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari As-Suddi.)

Karena itulah, sebagai manusia yang benar-benar peduli kepada saudaranya, sudah seharusnya ia menyampaikan kabar ini kepada mereka yang belum memahami. Sebab, Allah sangat murka kepada mereka yang mengaku muslim, tetapi tidak menyampaikan kebenaran yang diketahuinya. Bagi anda yang mengaku muslim, pedulikah anda kepada nasib saudara-saudara anda di akhirat kelak (Saudara-saudara anda yang sudah mengetahui tentang kebenaran Didul Islam, namun tidak mau beriman)? Bahagia atau sedihkah anda, jika amal baik mereka dianggap bagaikan debu yang beterbangan? Saya pribadi sangat peduli dan sedih, namun saya tidak dapat berbuat banyak. Sebab, kewajiban saya hanya menyampaikan dan tidak diperkenankan untuk memaksakan. Mengenai mereka mau mengikuti kebenaran ini atau tidak, semua saya kembalikan kepada Allah SWT. Sebab, saya menyadari betul kalau semua ini hanyalah permainan. Dan permainan yang Allah ciptakan ini bukanlah untuk main-main, melainkan sebagai bentuk penghambaan kepada-Nya, yaitu dengan cara bertakwa kepada-Nya sebagai upaya manusia untuk mengungkap ilmu-Nya, dimana seharusnya manusia mau lebih serius untuk membuktikan kebenaran ilmu Allah itu.

Al Hadiid 20. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Al An’aam 70. Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama[485] mereka sebagai main-main dan senda gurau[486], dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.

[485]. Yakni agama Islam yang disuruh mereka mematuhinya dengan sungguh-sungguh.
[486]. Arti menjadikan agama sebagai main-main dan senda gurau ialah memperolokkan agama itu mengerjakan perintah-perintah dan menjauhi laranganNya dengan dasar main-main dan tidak sungguh-sungguh.

Nah, jika Allah sudah memberikan petunjuk kepada anda mengenai golongan mana yang benar, maka ikutilah syariat Rasulullah yang diajarkan oleh golongan tersebut.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan, dan saya berharap apa yang saya tulis ini bukan untuk diperdebatkan, melainkan untuk direnungkan dan diamalkan. Bagi anda yang telah mendapat hidayah-Nya saya ucapkan Alhamdulillah… Dan bagi anda yang belum, saya doakan semoga anda mendapat hidayah dari-Nya. Amin…

Bye and Peace V^_^

Like

24. sandi putra - 11 January 2012

kehendak Tuhan hanya dimengerti oleh mereka yang mau bersyukur dan bererah kepadaNya, tidak ada kata dan pembahasan untuk berteori, karena olah pikir dan ilmu yang ada di dunia adalah hasil pemikiran manusia yang dangkal dan tidak pernah akan sepadan untuk di sanding dengan hikmat Nya.

Like

RP - 12 January 2012

betul ki

Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: